BELEKUTAK
Ada yang pernah dengar nama ini? Atau kalau sudah pernah denger, pernah melihat dan merasakan? Bagi sebagian besar yang berasal dari Cirebon, istilah ini tentu tidak asing lagi. Yah… belekutak adalah sejenis masakan khas Cirebon berbahan dasar sotong. Berwarna hitam pekat. Sekilas seperti “maaf” air comberan. Tapi rasanya…hmm… lezaaat banget. Empuk, gurih dan mantaff gan.
Oh ya ada yang tahu perbedaan cumi dan sotong?
Sotong (belekutak): berbentuk bulat pipih berwarna putih dengan cangkang luar yang keras dan pipih juga. Mempunyai tentakel(kaki/sungut) yang pendek dan panjangnya sama. Dagingnya lebih tebal dan mengandung banyak tinta.
Cumi: berbentuk lonjong bersirip dan berwanra putih ke unguan. Cangkah berada di dalam dan lebih lembut, mirip plastik. Tentakelnya ada yang pendek dan panjang (2 yg panjang). Dagingnya tidak terlalu tebal, lembut dan kandungan tintanya lebih sedikit dibanding sotong. Banyak dijumpai di pasar2. Biasanya dimasak menjadi cumi goreng tepung, cumi bakar, dll.
Kembali lagi ke soal blekeutak, ada cerita unik yang saya alami terkait belekutak ini. Dulu sewaktu masih SMA, teman sekolah saya main ke rumah. Dia asli Majalengka jadi gak tau mengenai Belekutak. Waktu itu, Ibu saya sedang memasak Belekutak. Pas makan siang, saya tawarin ke dia: Belekutak. Mendadak dia kaget dan menganggap aneh. Masakan koq hitam pekat dan sangat tidak menarik. “Coba dulu sedikit-sedikit”, kata saya. Begitu dicoba, sedikit-sedikit. Eh..dia malah minta nambah makannya. Bahkan dia minta resepnya.
Memang, kebiasaan orang Cirebon, memasak Belekutak (Cumi) tidak dibuang tintanya, Bahkan disatukan sebagai bumbu penyedap. Ini yang menjadikan masakan Belekutak menjadi hitam pekat dan “maaf” seperti air comberan. Tapi rasanya luaaar biasa. Mantaffffff!!! Dan bahan yang digunakan harus cumi, supaya rasanya gurih dan warnanya hitam. Kalau yang digunakan cumi sotong (biasa untuk dibakar” maka warnanya menjadi cokelat pucat dan rasanya tidak segurih cumi.
BAHAN UTAMA:
- Belekutak (sotong) ½ Kg
- Santan ¼ liter (1 gelas)
- Cabe merah 2 buah
- Bawang merah 5 siung
- Bawang putih 1 atau 2 siung
- Daun salam
- Sereh 1 ikat
- Jahe (1 ruas)
- Laos (1 ruas)
- Tomat 1 buah
- Garam ½ sdt
- Penyedap rasa (jika suka)
- Gula pasir ½ sdt
CARA MEMBUAT:
- Belekutak dicuci lalu direbus (tanpa air) ± 15 menit dalam api yang kecil
- Air bekas rebusan (kaldu) jangan dibuang
- Lalu belekutak dipotong dadu
- Jahe dan laos digecek
- Cabe merah, bawang merah dan bawang putih diiris tipis kemudian ditumis sampai layu
- Masukkan belekutak yang telah dipotong dadu, kaldu, santan, jahe, laos, sereh, daun salam
- Tambahkan penyedap rasa, garam dan gula pasir secukupnya
- Rebus hingga matang (± 10 menit)
- Masakan siap disajikan
Selamat mencoba!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar