Rabu, 17 Agustus 2011

Al-Quran dan Sains mengenai Akhir Dunia


Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Sebagaimana yang telah kita ketahui sebelumnya, bahwa benda-benda di jagad raya ini, pada mulanya satu, lalu tercerai-beraikan setelah terjadinya ledakan besar yang mengakibatkan keterpisahan antara satu benda dengan benda lainnya. 

Sehingga membentuk gugusan benda-benda langit yang terdiri dari galaksi, bintang, planet, satelit dan lain sebagainya.

Namun tentunya keseluruhan benda langit ini tidak mungkin akan terus ada tanpa ada batasnya. Bahkan secara pasti, dapat ditegaskan bahwa seluruh apa yang ada di alam semesta ini akan berakhir.

Para ilmuwan telah banyak melakukan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui akhir alam raya ini. Dalam melakukan penelitian tersebut, mereka menggunakan hitungan energi yang mendorong alam raya ini agar secara terus-menerus mengalami penambahan. 

Penggunaan energi ini dimaksudkan untuk menciptakan pemuaian alam secara terus-menerus dengan batasan. Ia tidak boleh melampaui kuantitas penambahan energi yang telah ditentukan, yang dapat mengakibatkan alam raya ini meledak.

Penelitan yang mereka lakukan, menghasilkan dugaan bahwa suatu saat energi yang terdapat di alam raya ini akan melampaui batas keseimbangannya yang menyebabkan kehancurannya. 

Sebagaimana dulu, benda-benda yang ada di alam raya ini terbentuk setelah terjadinya ledakan besar, maka benda-benda ini juga akan hancur setelah terjadinya ledakan besar yang diakibatkan kekuatan energi yang melampaui batas kemampuannya.

Al-Qur'an telah menggambarkan akhir alam semesta ini yang menyerupai awal pembentukannya, sebagaimana yang terdapat pada surah Al-Anbiya ayat 104. Allah SWT berfirman: 


"(yaitu) pada hari Kami gulung langit seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya."

Pengungkapan dengan menggunakan kata 'Kami gulung langi', adalah cara pengungkapan yang sangat teliti sekali yang dimaksudkan untuk menggambarkan penyusutan alam semesta ini, karena energi yang terdapat di dalamnya telah melebihi batasan yang telah ditentukan.

Al-Qur'an di bagian lain ayatnya, mengungkapkan penciptaan kembali alam semesta setalah ia melewati batas energi yang ditentukan. Allah SWT dalam surah Ibrahim ayat 48 berfirman: 


"(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit."

Sumber :
republika.co.id

Rahasia Ubun Ubun Dalam Al Qur’an

Gambaran otak manusia bagian depan yang disebut Allah dalam Al Qur’an Al Karim dengan kata nashiyah (ubun-ubun). Al-Qur’an menyifati kata nashiyah dengan kata kadzibah khathi’ah (berdusta lagi durhaka). Allah berfirman, “(Yaitu) ubun-ubun yang mendustakan lagi durhaka.” (Al-‘Alaq: 16). Bagaimana mungkin ubun-ubun disebut berdusta sedangkan ia tidak berbicara? Dan bagaimana mungkin ia disebut durhaka sedangkan ia tidak berbuat salah?

Prof. Muhammad Yusuf Sakr memaparkan bahwa tugas bagian otak yang ada di ubun-ubun manusia adalah mengarahkan perilaku seseorang. “Kalau orang mau berbohong, maka keputusan diambil di frontal lobe yang bertepatan dengan dahi dan ubun-ubunnya. Begitu juga, kalau ia mau berbuat salah, maka keputusan juga terjadi di ubun-ubun.”
Kemudian ia memaparkan masalah ini menurut beberapa pakar ahli. Di antaranya adalah Prof. Keith L More yang menegaskan bahwa ubun-ubun merupakan penanggungjawab atas pertimbangan-pertimbangan tertinggi dan pengarah perilaku manusia. Sementara organ tubuh hanyalah prajurit yang melaksanakan keputusan-keputusan yang diambil di ubun-ubun.

Karena itu, undang-undang di sebagian negara bagian Amerika Serikat menetapkan sanksi gembong penjahat yang merepotkan kepolisian dengan mengangkat bagian depan dari otak (ubun-ubun) karena merupakan pusat kendali dan instruksi, agar penjahat tersebut menjadi seperti anak kecil penurut yang menerima perintah dari siapa saja.
Dengan mempelajari susunan organ bagian atas dahi, maka ditemukan bahwa ia terdiri dari salah satu tulang tengkorak yang disebut frontal bone. Tugas tulang ini adalah melindungi salah satu cuping otak yang disebut frontal lobe. Di dalamnya terdapat sejumlah pusat neorotis yang berbeda dari segi tempat dan fungsinya.
Lapisan depan merupakan bagian terbesar dari frontal lobe, dan tugasnya terkait dengan pembentukan kepribadian individu. Ia dianggap sebagai pusat tertinggi di antara pusat-pusat konsentrasi, berpikir, dan memori. Ia memainkan peran yang terstruktur bagi kedalaman sensasi individu, dan ia memiliki pengaruh dalam menentukan inisiasi dan kognisi.

Lapisan ini berada tepat di belakang dahi. Maksudnya, ia bersembunyi di dalam ubun-ubun. Dengan demikian, lapisan depan itulah yang mengarahkan sebagian tindakan manusia yang menunjukkan kepribadiannya seperti kejujuran dan kebohongan, kebenaran dan kesalahan, dan seterusnya. Bagian inilah yang membedakan di antara sifat-sifat tersebut, dan juga memotivasi seseorang untuk bernisiatif melakukan kebaikan atau kejahatan.
Ketika Prof. Keith L Moore melansir penelitian bersama kami seputar mukjizat ilmiah dalam ubun-ubun pada semintar internasional di Kairo, ia tidak hanya berbicara tentang fungsi frontal lobe dalam otak (ubun-ubun) manusia. Bahkan, pembicaraan merembet kepada fungsi ubun-ubun pada otak hewan dengan berbagai jenis. Ia menunjukkan beberapa gambar frontal lobe sejumlah hewan seraya menyatakan, “Penelitian komparatif terhadap anatomi manusia dan hewan menunjukkan kesamaan fungsi ubun-ubun.
Ternyata, ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengarauh pada manusia, sekaligus pada hewan yang memiliki otak. Seketika itu, pernyataan Prof. Keith mengingatkan saya tentang firman Allah, “Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.” (Hud: 56)

Beberapa hadits Nabi SAW yang bericara tentang ubun-ubun, seperti doa Nabi SAW, “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu dan anak hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu…”
Juga seperti doa Nabi SAW, “Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan setiap sesuatu yang Engkau pegang ubun-ubunnya…”
Juga seperti sabda Nabi SAW, “Kuda itu diikatkan kebaikan pada ubun-ubunnya hingga hari Kiamat.”
Apabila kita menyandingkan makna nash-nash di atas, maka kita menyimpulkan bahwa ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengendali perilaku manusia, dan juga perilaku hewan.



Sumber: vivanews

Senin, 15 Agustus 2011

BOTOK ROTI




Botok roti..hmmmm enak bangeet gan!!!. Nama masakan ini cukup dikenal beberapa dekade yang lalu di Cirebon. Termasuk salah satu makanan atau kue eksklusif yang tidak semua orang bisa memakannya karena mungkin harganya yang waktu itu belum begitu terjangkau atau cukup sulit mendapatkan bahan roti, sehingga masyarakat pedesaan lebih memilih membeli atau membuat kue-kue jenis lain.

Anda sebelumnya telah familiar dengan botok? Sejenis makanan yang dibungkus dengan daun pisang kemudian dikukus sebagai teman nasi. Biasanya ragam botok antara lain botok oncom, botok tempe, botok tahu, botok ayam, dll. Pokoknya makanan yang diolah dan dibungkus dengan daun pisang kemudian dikukus.

Ada lagi kue tradisional yang menggunakan cara yang sama dengan botok-botok pelengkap nasi, yaitu: Botok roti. Konon botok roti awalnya dibuat oleh para keturunan Tionghoa di daerah pecinan baik di kota Cirebon maupun daerah lain di sekitar Cirebon seperti Plered dan Jamblang.

Namun saat ini cukup sulit mencari botok roti. Mungkin di toko-toko kue khas Cirebon saja di daerah pecinan saja, bisa didapatkan.

Botok roti sangat pas disajikan sebagai menu berbuka puasa karena manis dan serupa dengan aneka jenis kolak. Rasnya gurih, manis dan mantaappp!!

Ibu saya termasuk yang cukup sering membuat botok roti, karena saya dan anggota keluarga yang lain sangat menggemarinya. Tapi demi keprakstisan, botok roti yang dibuat tidaklah dibungkus daun pisang melainkan ditaruh di wadah seperti rantang kemudian dikukus.

Berikut saya suguhkan resep membuat Botok Roti. Tapi botok roti kali ini tidak dibungkus daun pisang tapi cukup di rantang saja sehingga lebih praktis. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!!

BAHAN:
  1. Roti tawar 5 lembar/secukupnya
  2. Pisang raja/ambon lumut yang diiris tipis (jika suka)
  3. Gula merah ¼ Kg
  4. Gula pasir 1 ons
  5. Santan
  6. Telur 1 butir yang telah dikocok
  7. Garam ½ sdt
  8. Daun pandan
  9. Air 5 - 7 gelas belimbing



CARA MEMBUAT:
  1. Gula merah direbus sampai meleleh
  2. Tambahkan santan dan air serta gula pasir
  3. Tambahkan pula garam dan daun pandan
  4. Tambahkan roti dan kocokan telur
  5. Tambahkan pisang raja/mbon lumut yang diiris tipis (jika suka)
  6. Diaduk hingga rata
  7. Selanjutnya tuang dalam rantang
  8. Kemudian kukus (± 30 menit)
  9. Siap disajikan


1.           

Mengapa Allah SWT Memakai Kata "Aku, Allah, Dia" dan "Kami" dalam Al-Qur'an


بسم الله الرحمن الرحيم

Ini terjemahan resmi DEPAG.

Qs 16:63 berbunyi:
“Demi ALLAH, sesungguhnya KAMI telah mengutus Rasul-Rasul KAMI....dst”

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan tiadalah Kami mengutus engkau (wahai Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam”.
(Al-Anbiya : 107)

Kami disini kan "Allah"
Kami=bentuk jamak, berarti lebih dari satu !!!
Ada yang pake huruf kecil juga!!!
Sebenarnya ada berapa sih Allahnya???

Mengapa Allah SWT memakai kata "Aku, Allah, Dia" dan "Kami" dalam Al-Qur'an (dalam terjemahan Indonesia)?

Ini lah salah satu tanda keagungan mengapa Al-Qur'an diturunkan dalam Bahasa Arab. Jikalau Al-Qur'an itu diturunkan dengan semua bahasa, tentu akan banyak perbedaan penafsiran kata di setiap wilayah dan perubahan yang susah dipantau dan dideteksi kebenarannya.

Jikalau Al-Qur'an di Indonesia dimusnahkan dan dibakar, akan datang jutaan hafidz (penghafal) Al-Qur'an dari seluruh dunia untuk menggantikannya dengan hafalan yang sama, surat yang sama, ayat yang sama, dan ruruf yang sama. Begitulah salah satu cara Allah SWT menjamin kemurnian Al-Qur'an.

Sebenarnya pertanyaan ini sudah dijawab dari jaman dulu oleh ulama ahli tafsir (bisa Anda cari di tafsir-tafsir klasik).
Dan para pendeta dan umat nasrani selalu mempertanyakan (setiap kali melihat terjemahan Al-Qur'an) pada masa-ke-masa, menyangka & bertanya apakah kata "KAMI" dalam Al-Qur'an adalah "Tuhan yang lebih dari satu", padahal ayat lain sudah membantahnya bahwa Allah SWT adalah SATU (salah satunya surat Al Ikhlas ayat 1, QS 112:1), bukan tiga seperti disangkakan kaum nasrani.

Akan tetapi jika Anda asli orang arab dan fasih berBahasa Arab, tentu Anda bisa memahami kata "Nahnu (Kami)" ini.

Tapi mari kita bahas sedikit saja apa rahasia Al-Qur'an ini.

1. Kadang Allah SWT menggunakan kata "AKU, ALLAH, DIA" di dalam Al-Qur'an (dalam Bahasa Arab adalah "ANA" juga "INNI" atau kata kerja yang diakhiri dengan huruf "TU", atau juga langsung dengan lafadz "Allah" sendiri, begitu pula dengan kata "Dia" / 'Huwa' dalam Bahasa Arab).

Contoh Ayat,

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ وَجَعَلَ لَهُمْ أَجَلا لا رَيْبَ فِيهِ فَأَبَى الظَّالِمُونَ إِلا كُفُورًا
"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka orang-orang zalim itu tidak menghendaki kecuali kekafiran."
(Al Israa' Ayat 99, QS.17:99)

Dengan maksud 
suatu penciptaan yang tidak melibatkan makhluk manapun, umumnya Allah SWT mengatakan "ANA/INNI (AKU) atau juga "HUWA/DIA" dan langsung juga lafadz "ALLAH" sendiri.
"MENUNJUKKAN"
hanya ALLAH SWT sendiri yang menciptakan. Tidak ada unsur lain/makhluk lain (sekutu) yang membantu penciptaannya.

Maknanya menunjukkan kekuatan-Nya yang Maha Dahsyat. Tidak ada makhluk pun yang dapat menyamai Keagungan & Kekuatan Penciptaan-Nya Yang Luar Biasa.

Contoh Ayat yang lain,

وَخَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ بِالْحَقِّ وَلِتُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ
"Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan."
(Al Jaatsiyah : Ayat 22, QS.45:22)

Maksudnya, Allah SWT sendiri yang menciptakan langit & bumi tanpa ada keterlibatan makhluk lainnya yang membantu.

Anda pernah tau gedung paling tinggi di dunia sekarang yang ada di Dubai? Saya kenalkan, namanya 'Burj Dubai'.
Description: http://wiryanto.files.wordpress.com/2008/05/a-computer-image-of-the-bur.jpg

Disana itu butuh arsitek yg mendesainnya, perlu tenaga sipil, tambah kontraktor, tenaga kerja yang banyak, tenaga ahli yang banyak. Bisa kita bayangkan, berapa orang yg dibutuhkan untuk sebuah penciptaan gedung ini.
Description: http://photos.friendster.com/photos/59/39/59989395/1_854741302l.jpg

Seorang Fir'aun pun tidak bisa membuat piramidnya-nya hanya seorang diri!!!

Tidak bisa kita bandingkan kita dengan Allah SWT! Kita tidak ada apa-apanya.

2. Kadang Allah SWT juga menggunakan kata "KAMI" di dalam Al-Qur'an (dalam Bahasa Arab adalah "NAHNU" juga "Inna" atau kata kerja yang diakhiri dengan huruf "NAA").

Jika Anda orang arab tentu Anda akan paham, atau juga Anda yang mondok di pesantren yang bahasa sehari-harinya menggunakan Bahasa Arab (seperti pondok pesantren gontor dan laen-lain) tentu mengetahui makna penggunaan kata "Nahnu (kami)".

Contoh 1: "Nahnu (kami)" memang bisa digunakan untuk lebih dari satu yaitu "kami" (plural - jamak - banyak),
bisa juga untuk "satu orang" yaitu yg dimaksudkan "saya-sendiri" dengan makna "kemuliaan" - mulia. (Dalam Bahasa Arab)

Contoh 2: "Antum (kalian)" memang bisa digunakan untuk lebih dari satu yaitu "Kalian" (plural - jamak - banyak),
bisa juga untuk "satu orang" yaitu yg dimaksudkan "Anda" dengan makna "kemuliaan". (Dalam Bahasa Arab)
(bukan kata "kamu", yg tidak sopan diucapkan kepada orang tua)

kata "Antum (kalian)", biasanya digunakan oleh para santri (murid) untuk memanggil sang guru (kyai) (yg seorang diri - bukan jamak/plural). Artinya sangat dianggap tidak sopan jika Santri mengobrol dengan kyai-nya memanggil dengan kata 'ANTA (kamu)", bukan "Antum". Bukan berarti "Antum" ini bermakna "kalian" (jamak) akan tetapi bermakna satu untuk "PENGHORMATAN".

Ya, untuk sebuah "PENGHORMATAN DAN PENGAGUNGAN".

Belum paham? atau paham sedikit?... Mari kita belajar sedikit Bahasa Arab dan Inggris 20 detik saja.

I (am) = saya, aku.
You = kamu
We = kami
They = Mereka
He = dia (laki-laki)
She = dia (wanita)
It = dia (benda & hewan)

Mari bandingkan dengan Bahasa Arab... (Maaf, pengetikannya memakai bukan huruf arab)

Huwa = dia (laki-laki)
Huma = dia berdua (laki-laki)
Hum = mereka (laki-laki)
Hiya = dia (perempuan)
Huma = dia berdua (perempuan)
Hunna = mereka (perempuan)
Anta = kamu (laki-laki)
Antuma = kamu berdua (laki-laki)
Antum = kalian (laki-laki)
Anti = kamu (perempuan)
Antuma = kamu berdua (perempuan)
Antunna = kalian (perempuan)
Ana = Saya, Aku
Nahnu = Kami

Belum lagi jika digabungkan dengan 'kata kerja', maka akan berubah. contoh kata 'fa'ala' (melakukan / 'do' dalam english) ditempatkan dengan kata-kata diatas maka akan menjadi: "yaf'alu (dia (seorang lak-laki) melakukan...), yaf'alaani (dia dua orang lak-laki melakukan...), yaf'aluuna (mereka (laki-laki) melakukan...), dan seterusnya...

(ini bukan untuk jawaban sih, tapi ini cuman untuk memperlihatkan kepada Anda bahwa ilmu Bahasa Arab itu luas.
Dan saya tekannya, yaitu tentu grammar-nya berbeda dengan Bahasa Inggris, ataupun Bahasa Indonesia, apalagi bahasa lainnya).

-----> Artinya, kita harus mengembalikan maknanya ke bahasa aslinya, yaitu Bahasa Arab.

Ok, kembali... Lalu mengapa Allah SWT menggunakan kata "NAHNU (KAMI)" ???

contoh Ayat,

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ طِينٍ
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah."
(Al Mu'minuun : Ayat 12, QS.23:12)

Kadang Allah SWT memaksudkan (dalam Al-Qur'an) Suatu penciptaan yang melibatkan oknum lain dalam penciptaan tersebut sebagai proses, umumnya Allah SWT mengatakan "NAHNU (KAMI), dan juga kadang Allah SWT menggunakan kata "Ana (Aku)" di ayat lainnya.

Ada yang berbeda kan,... dengan yang Nomer 1 diatas...?!!

Maknanya, ketika Allah menciptakan manusia, ada unsur lain yang menjadi proses penciptaannya. Yaitu adanya pertemuan ayah & ibu, bertemunya sperma & sel telur. Ada proses inilah yang kemudian rahasia Al-Qur'an mengapa Allah SWT menggunakan lafadz "Nahnu (Kami)".

Ini adalah contoh ayat yang sepadan, Allah SWT mengatakan "Kholaqnaa" yaitu "Kami (menciptakan)"

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal."
(Al Hujuraat : Ayat 13, QS.49:13)

Lalu Bagaimana dengan ayat...

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan tiadalah Kami mengutus engkau (wahai Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam”.
(Al-Anbiya : 107)

Kata Arsalna ( أَرْسَلْنَا 'Kami mengutus') berasal dari kata dasar "Arsala" أَرْسَلْ (yg mempunyai arti; mengutus, memberikan risalah, mengantarkan risalah).

Sebagaimana penjelasan sebelumnya diatas, Kata "Kami" yg Allah SWT maksudkan karena adanya oknum/unsur lain dalam proses pengutusan. Yaitu "MALAIKAT JIBRIL" Sebagai pengantar wahyu Allah SWT. Makanya Allah SWT menggunakan kata "Nahnu (kami).

"Menjadi Rahmat" tidak berarti hanya "diri Nabi Muhammad saw" saja, akan tetapi dengan "mukjizat Al-Qur'an (wahyu - dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril) dan juga SUNNAH NABI SAW (perilaku & akhlaq beliau selama hidup).

3. KADANG Allah SWT menunjukkan kata "INNI (AKU)" DAN "NAHNU (KAMI)" di dalam Al-Qur'an adalah "LITTA'DZHIIM (Menunjukkan Keagungan & Kebesaran).

مَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ
"Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka."
(Al Ahqaaf : Ayat 3, QS.46:3)

Menjelaskan sesuatu Yang BESAR, AGUNG, MULIA, DAHSYAT.
Contoh, dijelasin bahwa bumi itu mengitari matahari, itu saja. Padahal tidak hanya sampai disitu saja. Bahkan matahari pun berputar mengitari galaksi sebagaimana bumi mengitarinya. Dan masing-masing mempunyai jalur lintasannya sendiri. Memiliki jarak dan waktu tersendiri. Semua bergerak. Menakjubkan!

Ayat lainnya, (Menunjukkan keagungan dan kebesaran penciptaan-Nya)

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
"Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah."
(Adz Dzaariyaat : Ayat 49, QS.51:49)

Ada langit ada bumi, ada siang ada malam. dll.

Tapi kadang di Ayat lain Allah juga menggunakan kata "Aku",

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku."
(Adz Dzaariyaat : Ayat 56, QS.51:56)

4. Kata "KAMI" (Memahaminya dalam Bahasa Arab) dalam Al-Qur'an bukan bermakna "TUHAN ITU LEBIH DARI SATU". Akan tetapi sebagai TA'DZHIIM (PENGAGUNGAN). Karena ayat yang lain mengatakan Allah, tiada Tuhan selain Dia.

اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya)."
(Al Baqoroh : Ayat 255, QS.2:255)
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
"Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa (Maha Satu)."
(Al Ikhlas : Ayat 1, QS.112:1)

Allah, adalah Tuhan, Yang Maha Esa

Mudah-mudahan bisa dipahami, walau sedikit.

Jika ingin lebih banyak referensi, silahkan membaca tafsiran dari tafsir Ibnu Katsir, tafsir Al Jalalein, atau yg dari Indonesia saja seperti tafsir Al Mishbah, dari Prof.DR. Quraisy Shihab.

WAllahu Ta'ala A'lam.

Sumber: http://www.friendster.com/group-discussion/index.php?t=msg&th=2869282&start=0&

Ternyata Islam Telah Ada Sebelum Kedatangan Colombus





السلام عليكم . بِسْــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد

Jika Anda mengunjungi Washington DC, datanglah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Lantas, mintalah arsip perjanjian pemerintah Amerika Serikat dengan suku Cherokee, salah satu suku Indian, tahun 1787. Di sana akan ditemukan tanda tangan Kepala Suku Cherokee saat itu, bernama AbdeKhak dan Muhammad Ibnu Abdullah.

Isi perjanjian itu antara lain adalah hak suku Cherokee untuk melangsungkan keberadaannya dalam perdagangan, perkapalan, dan bentuk pemerintahan suku cherokee yang saat itu berdasarkan hukum Islam. Lebih lanjut, akan ditemukan kebiasaan berpakaian suku Cherokee yang menutup aurat sedangkan kaum laki-lakinya memakai turban (surban) dan terusan hingga sebatas lutut. 


Cara berpakaian ini dapat ditemukan dalam foto atau lukisan suku cherokee yang diambil gambarnya sebelum tahun 1832. Kepala suku terakhir Cherokee sebelum akhirnya benar-benar punah dari daratan Amerika adalah seorang Muslim bernama Ramadan Ibnu Wati. 


Berbicara tentang suku Cherokee, tidak bisa lepas dari Sequoyah. Ia adalah orang asli suku cherokee yang berpendidikan dan menghidupkan kembali Syllabary suku mereka pada 1821. Syllabary adalah semacam aksara. Jika kita sekarang mengenal abjad A sampai Z, maka suku Cherokee memiliki aksara sendiri. 


Yang membuatnya sangat luar biasa adalah aksara yang dihidupkan kembali oleh Sequoyah ini mirip sekali dengan aksara Arab. Bahkan, beberapa tulisan masyarakat cherokee abad ke-7 yang ditemukan terpahat pada bebatuan di Nevada sangat mirip dengan kata ”Muhammad” dalam bahasa Arab. 





Nama-nama suku Indian dan kepala sukunya yang berasal dari bahasa Arab tidak hanya ditemukan pada suku Cherokee (Shar-kee), tapi juga Anasazi, Apache, Arawak, Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni. Bahkan, beberapa kepala suku Indian juga mengenakan tutp kepala khas orang Islam. Mereka adalah Kepala Suku Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Hal ini ditunjukkan pada foto-foto tahun 1835 dan 1870. 


Secara umum, suku-suku Indian di Amerika juga percaya adanya Tuhan yang menguasai alam semesta. Tuhan itu tidak teraba oleh panca indera. Mereka juga meyakini, tugas utama manusia yang diciptakan Tuhan adalah untuk memuja dan menyembah-Nya. Seperti penuturan seorang Kepala Suku Ohiyesa : ”In the life of the Indian, there was only inevitable duty-the duty of prayer-the daily recognition of the Unseen and the Eternal”. Bukankah Al-Qur’an juga memberitakan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin semata-mata untuk beribadah pada Allah (*) 


Subhanallah….

Bagaimana bisa Kepala suku Indian Cheeroke itu muslim?

Sejarahnya panjang,

Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.

Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis. 

Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).

Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 – 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi. Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 – 912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.

Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia. 


Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.

Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009) seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).

Ibn Farrukh berkunjung kepada Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Spanyol pada bulan Mei 999. 


Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berlepas dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 – 1307) raja keenam dalam dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.

Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) memerinci eksplorasi geografi ini dengan seksama. Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu.

Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 – 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 – 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.

Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat. 


Sequoyah, also known as George Gist Bukti lainnya adalah, Columbus sendiri mengetahui bahwa orang-orang Carib (Karibia) adalah pengikut Nabi Muhammad. Dia faham bahwa orang-orang Islam telah berada di sana terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika. Mereka mendiami Karibia, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak rakyat Amerika. Orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan beberapa menikahi orang-orang pribumi.

Lebih lanjut Columbus mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Kuba melihat sebuah masjid (berdiri di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini sisa-sisa reruntuhan masjid telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.

Dan tahukah anda? 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim yaitu dua bersaudara Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon yang masih keluarga dari Sultan Maroko Abuzayan Muhammad III (1362). [THACHER,JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]

Dan mengapa hanya Columbus saja yang sampai saat ini dikenal sebagai penemu benua amerika? Karena saat terjadi pengusiran kaum yahudi dari spanyol sebanyak 300.000 orang yahudi oleh raja Ferdinand yang Kristen, kemudian orang-orang yahudi menggalang dana untuk pelayaran Columbus dan berita ‘penemuan benua Amerika’ dikirim pertama kali oleh Christopher Columbus kepada kawan-kawannya orang Yahudi di Spanyol.

Pelayaran Columbus ini nampaknya haus publikasi dan diperlukan untuk menciptakan legenda sesuai dengan ‘pesan sponsor’ Yahudi sang penyandang dana. Kisah selanjutnya kita tahu bahwa media massa dan publikasi dikuasai oleh orang-orang Yahudi yang bahkan dibenci oleh orang-orang seperti Henry Ford si raja mobil Amerika itu. 


Maka tampak ada ketidak-jujuran dalam menuliskan fakta sejarah tentang penemuan benua Amerika. Penyelewengan sejarah oleh orang-orang Yahudi yang terjadi sejak pertama kali mereka bersama-sama orang Eropa menjejakkan kaki ke benua Amerika.

Dan tahukah anda? sebenarnya laksam ana Zheng He atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama laksamana Cheng Ho adalah penemu benua amerika pertama, sekitar 70 tahun sebelum Columbus.

Sekitar 70 tahun sebelum Columbus menancapkan benderanya di daratan Amerika, Laksamana Zheng He sudah lebih dulu datang ke sana. Para peserta seminar yang diselenggarakan oleh Royal Geographical Society di London beberapa waktu lalu dibuat terperangah. Adalah seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama Gavin Menzies dengan paparannya dan lantas mendapat perhatian besar.

Tampil penuh percaya diri, Menzies menjelaskan teorinya tentang pelayaran terkenal dari pelaut mahsyur asal Cina, Laksamana Zheng He (kita mengenalnya dengan Ceng Ho-red). Bersama bukti-bukti yang ditemukan dari catatan sejarah, dia lantas berkesimpulan bahwa pelaut serta navigator ulung dari masa dinasti Ming itu adalah penemu awal benua Amerika, dan bukannya Columbus. 

Bahkan menurutnya, Zheng He ‘mengalahkan’ Columbus dengan rentang waktu sekitar 70 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat kehebohan lantaran masyarakat dunia selama ini mengetahui bahwa Columbus-lah si penemu benua Amerika pada sekitar abad ke-15. Pernyataan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah.

Adalah sebuah peta buatan masa sebelum Columbus memulai ekspedisinya lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Zheng He yang dosodorkannya sebagai barang bukti itu. Menzies menjadi sangat yakin setelah meneliti akurasi benda-benda bersejarah itu.

Cherokee syllabary”Laksana inilah yang semestinya dianugerahi gelar sebagai penemu pertama benua Amerika,” ujarnya. Menzies melakukan kajian selama lebih dari 14 tahun. Ini termasuk penelitian peta-peta kuno, bukti artefak dan juga pengembangan dari teknologi astronomi modern seperti melalui program software Starry Night.

Dari bukti-bukti kunci yang bisa mengubah alur sejarah ini, Menzies mengatakan bahwa sebagian besar peta maupun tulisan navigasi Cina kuno bersumber pada masa pelayaran Laksamana Zheng He. Penjelajahannya hingga mencapai benua Amerika mengambil waktu antara tahun 1421 dan 1423. Sebelumnya armada kapal Zheng He berlayar menyusuri jalur selatan melewati Afrika dan sampai ke Amerika Selatan. 


Uraian astronomi pelayaran Zheng He kira-kira menyebut, pada larut malam saat terlihat bintang selatan sekitar tanggal 18 Maret 1421, lokasi berada di ujung selatan Amerika Selatan. Hal tersebut kemudian direkonstruksi ulang menggunakan software Starry Night dengan membandingkan peta pelayaran Zheng He.

“Saya memprogram Starry Night hingga masa di tahun 1421 serta bagian dunia yang diperkirakan pernah dilayari ekspedisi tersebut,” ungkap Menzies yang juga ahli navigasi dan mantan komandan kapal selam angkatan laut Inggris ini. Dari sini, dia akhirnya menemukan dua lokasi berbeda dari pelayaran ini berkat catatan astronomi (bintang) ekspedisi Zheng He.

Lantas terjadi pergerakan pada bintang-bintang ini, sesuai perputaran serta orientasi bumi di angkasa. Akibat perputaran bumi yang kurang sempurna membuat sumbu bumi seolah mengukir lingkaran di angkasa setiap 26 ribu tahun. Fenomena ini, yang disebut presisi, berarti tiap titik kutub membidik bintang berbeda selama waktu berjalan. Menzies menggunakan software untuk merekonstruksi posisi bintang-bintang seperti pada masa tahun 1421.

“Kita sudah memiliki peta bintang Cina kuno namun masih membutuhkan penanggalan petanya,” kata Menzies. Saat sedang bingung memikirkan masalah ini, tiba-tiba ditemukanlah pemecahannya. “Dengan kemujuran luar biasa, salah satu dari tujuan yang mereka lalui, yakni antara Sumatra dan Dondra Head, Srilanka, mengarah ke barat.”

Bagian dari pelayaran tersebut rupanya sangat dekat dengan garis katulistiwa di Samudera Hindia. Adapun Polaris, sang bintang utara, dan bintang selatan Canopus, yang dekat dengan lintang kutub selatan, tercantum dalam peta. “Dari situ, kita berhasil menentukan arah dan letak Polaris. Sehingga selanjutnya kita bisa memastikan masa dari peta itu yakni tahun 1421, plus dan minus 30 tahun.”

Sequoyah Atas temuan tersebut, Phillip Sadler, pakar navigasi dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, mengatakan perkiraan dengan menggunakan peta kuno berdasarkan posisi bintang amatlah dimungkinkan. Dia juga sepakat bahwa estimasi waktu 30 tahun, seperti dalam pandangan Menzies, juga masuk akal. 


Selama ini, masyarakat dunia mengetahui kiprah Zheng He sebagai penjelajah ulung. Dia terlahir di Kunyang, kota yang berada di sebelah barat daya Propinsi Yunan, pada tahun 1371. Keluarganya yang bernama Ma, adalah bagian dari warga minoritas Semur. Mereka berasal dari kawasan Asia Tengah serta menganut agama Islam.

Ayah dan kakek Zheng He diketahui pernah mengadakan perjalanan haji ke Tanah Suci Makkah. Sementara Zheng He sendiri tumbuh besar dengan banyak mengadakan perjalanan ke sejumlah wilayah. Ia adalah Muslim yang taat.

Yunan adalah salah satu wilayah terakhir pertahanan bangsa Mongol, yang sudah ada jauh sebelum masa dinasti Ming. Pada saat pasukan Ming menguasai Yunan tahun 1382, Zheng He turut ditawan dan dibawa ke Nanjing. Ketika itu dia masih berusia 11 tahun.

Zheng He pun dijadikan sebagai pelayan putra mahkota yang nantinya menjadi kaisar bernama Yong Le. Nah kaisar inilah yang memberi nama Zheng He hingga akhirnya dia menjadi salah satu panglima laut paling termashyur di dunia.


Sumber : UnikAneh.com 

Rabu, 03 Agustus 2011

Belekutak: Masakan khas Cirebon

BELEKUTAK

Ada yang pernah dengar nama ini? Atau kalau sudah pernah denger, pernah melihat dan merasakan? Bagi sebagian besar yang berasal dari Cirebon, istilah ini tentu tidak asing lagi. Yah… belekutak adalah sejenis masakan khas Cirebon berbahan dasar sotong. Berwarna hitam pekat. Sekilas seperti “maaf” air comberan. Tapi rasanya…hmm… lezaaat banget. Empuk, gurih dan mantaff gan.

Oh ya ada yang tahu perbedaan cumi dan sotong?
Sotong (belekutak): berbentuk bulat pipih berwarna putih dengan cangkang luar yang keras dan pipih juga. Mempunyai tentakel(kaki/sungut) yang pendek dan panjangnya sama. Dagingnya lebih tebal dan mengandung banyak tinta.
Cumi: berbentuk lonjong bersirip dan berwanra putih ke unguan. Cangkah berada di dalam dan lebih lembut, mirip plastik. Tentakelnya ada yang pendek dan panjang (2 yg panjang). Dagingnya tidak terlalu tebal, lembut dan kandungan tintanya lebih sedikit dibanding sotong. Banyak dijumpai di pasar2. Biasanya dimasak menjadi cumi goreng tepung, cumi bakar, dll.

Kembali lagi ke soal blekeutak, ada cerita unik yang saya alami terkait belekutak ini. Dulu sewaktu masih SMA, teman sekolah saya main ke rumah. Dia asli Majalengka jadi gak tau mengenai Belekutak. Waktu itu, Ibu saya sedang memasak Belekutak. Pas makan siang, saya tawarin ke dia: Belekutak. Mendadak dia kaget dan menganggap aneh. Masakan koq hitam pekat dan sangat tidak menarik. “Coba dulu sedikit-sedikit”, kata saya. Begitu dicoba, sedikit-sedikit. Eh..dia malah minta nambah makannya. Bahkan dia minta resepnya.

Memang, kebiasaan orang Cirebon, memasak Belekutak (Cumi) tidak dibuang tintanya, Bahkan disatukan sebagai bumbu penyedap. Ini yang menjadikan masakan Belekutak menjadi hitam pekat dan “maaf” seperti air comberan. Tapi rasanya luaaar biasa. Mantaffffff!!! Dan bahan yang digunakan harus cumi, supaya rasanya gurih dan warnanya hitam. Kalau yang digunakan cumi sotong (biasa untuk dibakar” maka warnanya menjadi cokelat pucat dan rasanya tidak segurih cumi.

Berikut saya sajikan resep membuat masakan Belekutak:

BAHAN UTAMA:
  1. Belekutak (sotong) ½ Kg
  2. Santan ¼ liter (1 gelas)
  3. Cabe merah 2 buah
  4. Bawang merah 5 siung
  5. Bawang putih 1 atau 2 siung
  6. Daun salam
  7. Sereh 1 ikat
  8. Jahe (1 ruas)
  9. Laos (1 ruas)
  10. Tomat 1 buah
  11. Garam ½ sdt
  12. Penyedap rasa (jika suka)
  13. Gula pasir  ½ sdt


CARA MEMBUAT:
  1. Belekutak dicuci lalu direbus (tanpa air) ± 15 menit dalam api yang kecil
  2. Air bekas rebusan (kaldu) jangan dibuang
  3. Lalu belekutak dipotong dadu
  4. Jahe dan laos digecek
  5. Cabe merah, bawang merah dan bawang putih diiris tipis kemudian ditumis sampai layu
  6. Masukkan belekutak yang telah dipotong dadu, kaldu, santan, jahe, laos, sereh, daun salam
  7. Tambahkan penyedap rasa, garam dan gula pasir secukupnya
  8. Rebus hingga matang (± 10 menit)
  9. Masakan siap disajikan


Selamat mencoba!!